Rumah Zakat Aceh Hadir untuk Dayah Bayanul Huda, Menjaga Semangat Belajar Para Santri
KORAN INDEPENDEN || Aceh Timur – Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir besar, semangat belajar para santri di Dayah Bayanul Huda, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, tetap menyala.
Meski fasilitas pendidikan hancur diterjang banjir, ratusan anak masih setia datang setiap malam untuk menuntut ilmu agama. Kondisi memprihatinkan tersebut terlihat saat tim Rumah Zakat Aceh mengunjungi Dayah Bayanul Huda pada pertengahan Juli 2026.
Banjir yang mencapai ketinggian sekitar empat meter telah menghancurkan sedikitnya enam balai pengajian dan merusak berat asrama santri putra hingga tidak lagi layak ditempati. Akibat bencana itu, jumlah santri yang menetap di lingkungan dayah menurun drastis.
Dari sebelumnya 35 santri dan santriwati, kini hanya tersisa 13 santriwati yang masih bertahan di asrama. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus belajar dan mendalami ilmu agama. Setiap malam, sekitar 200 anak dari berbagai desa di sekitar dayah tetap hadir untuk mengikuti kegiatan mengaji.
Karena balai-balai pengajian telah hanyut diterjang banjir, seluruh aktivitas belajar mengajar kini terpaksa dipusatkan di sebuah mushala sederhana yang menjadi satu-satunya tempat yang masih dapat digunakan.
Tidak hanya bangunan yang rusak, berbagai sarana pendidikan juga ikut terdampak. Kitab-kitab, Al-Qur'an, buku pelajaran, hingga tikar yang digunakan untuk belajar mengaji terendam lumpur dan sebagian besar tidak dapat digunakan kembali. Pengelola Dayah Bayanul Huda berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar proses pendidikan di dayah tersebut dapat kembali berjalan dengan layak.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembangunan asrama, ruang belajar, serta pengadaan Al-Qur'an dan perlengkapan belajar bagi para santri. Meski berada dalam keterbatasan, para santri dan santriwati terus menunjukkan keteguhan hati.
Mereka tetap menghafal Al-Qur'an, belajar ilmu agama, dan menjaga semangat menuntut ilmu sebagai bekal masa depan. Kisah mereka menjadi bukti bahwa musibah tidak mampu memadamkan cahaya pendidikan Islam di pelosok Aceh. Melihat kondisi tersebut, Rumah Zakat Aceh mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu membangkitkan kembali Dayah Bayanul Huda.
Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi investasi kebaikan yang berkelanjutan, sekaligus membantu melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an dan penerus dakwah yang kelak akan menerangi Aceh dengan ilmu dan akhlaknya.
"Di tengah bangunan yang runtuh dan fasilitas yang hilang, semangat para santri tetap berdiri tegak. Mereka tidak menyerah pada keadaan, dan kini menanti uluran tangan kebaikan untuk kembali membangun harapan."